Frisian Flag Gelar Program untuk Optimalkan Peran Peternak Perempuan


Frisian Flag Gelar Program untuk Optimalkan Peran Peternak Perempuan
Syipa, Peternak Perempuan (KPSBU Lembang) Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia

Meski belum banyak diketahui, perempuan ternyata berperan penting dalam peternakan sapi perah. Disebut demikian, karena kehadiran perempuan dalam peternakan sapi perah bisa menciptakan kesetaraan gender di industrinya sekaligus meningkatkan kualitas susu sapi yang dihasilkan.

Sependapat dengan hal itu, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, mengatakan bahwa peternak perempuan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena perempuan adalah sosok yang tangguh, sosok ibu yang pantang menyerah, dan pekerja yang kuat. Selain itu, perempuan Indonesia juga kreatif, dan pandai menciptakan peluang-peluang yang mendatangkan beragam pemasukan.

“Kami yakin peternak perempuan dapat menjadi mitra peternak laki-laki, yang dapat berkontribusi bagi peningkatan produksi dan kualitas susu segar,” kata Andrew saat acara Peresmian Program Kartini Peternak Indonesia yang diadakan secara virtual, pada Rabu (22/9).

Mengingat pentingnya profesi tersebut bagi perempuan Indonesia, FrieslandCampina bersama afiliasinya di Indonesia, PT Frisian Flag Indonesia (FFI), mengadakan program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’. Program ini diinisiasi dengan tujuan untuk menggali potensi peternak perempuan Indonesia.

Frisian Flag Gelar Program untuk Optimalkan Peran Peternak Perempuan (1)
Peresmian Acara Program Kartini Peternak Indonesia Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia

Program Kartini Peternak Indonesia merupakan bagian dari inisiatif Dairy Development Program (DDP), yakni kemitraan FFI dengan koperasi sejak 1996. Nantinya, program ini akan bekerja sama dengan mitra koperasi untuk menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada para peternak perempuan. Pelatihan ini termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup peternak perempuan di Indonesia.

Lewat program tersebut, FFI sangat optimis melihat potensi dan peluang pengembangan kapasitas serta kapabilitas peternak perempuan. Selain itu, FFI juga percaya bahwa program ini bisa meningkatkan kinerja peternak sapi di Indonesia secara umum.

“Kunci utama keberhasilan dari program ini adalah kolaborasi yang kuat dan konsisten. Dengan memanfaatkan keahlian peternak Belanda yang telah memberikan pengalaman selama 150 tahun dalam mengelola peternakan sapi perah yang berkelanjutan, kita akan terus meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri dan memberikan manfaat kebaikan susu dalam rangka membangun keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera dan selaras,” tutup Andrew.

Mewujudkan gender equality

Frisian Flag Gelar Program untuk Optimalkan Peran Peternak Perempuan (2)
Nurwati, Peserta Program Kartini Peternak Indonesia Foto: Dok. Frisian Flag Indonesia

Di kesempatan yang sama, Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E, selaku Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, menyebut bahwa program Kartini Peternak Indonesia membuka pengarusutamaan dan pembangunan gender yang pada hakikatnya bisa mewujudkan gender equality atau kesetaraan gender.

Tak hanya itu, Eni Widiyanti juga mengatakan kalau program ini sangat responsif terhadap gender, karena memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

“Peningkatkan jumlah peternak perempuan akan berkontribusi pada peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. Pendapatan perempuan yang meningkat akan memperkecil kesenjangan kualitas hidup. Harapannya program Kartini Peternak Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan peternak sapi perah serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi,” papar Eni.

Program Kartini Peternak Indonesia sendiri didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda melalui Proyek Facility for Sustainable Entrepreneurship and Food Security (FDOV). Program ini diharapkan dapat menjangkau 1.500 peternak perempuan yang ada di Jawa Barat dan Jawa Timur.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *