PM Australia: Kami Sabar Membangun Kembali Hubungan Baik dengan Prancis


PM Australia: Kami Sabar Membangun Kembali Hubungan Baik dengan Prancis
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Foto: William WEST / AFP

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengungkapkan dirinya telah mencoba melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Namun, upayanya hingga kini masih belum berhasil.

Dikutip dari Reuters, Morrison mengatakan akan sabar untuk bisa membangun kembali hubungan Australia dengan Prancis.

PM Australia itu tengah berada di Amerika Serikat pekan ini untuk menghadiri berbagai pertemuan, termasuk Sidang Umum PBB ke-76 di New York. Sejauh ini, dirinya masih belum berhasil mengatur agenda pembicaraan dengan Macron.

“Ya, kami telah mencobanya. Dan kesempatan untuk sambungan telepon itu masih belum tiba. Tetapi, kami akan sabar,” ujar Morrison pada Rabu (22/9), usai bertemu dengan anggota dewan AS untuk mendiskusikan kemitraan AUKUS dan kontrak kapal selam bertenaga nuklir.

Seperti diketahui, hubungan Australia dan Prancis memanas sejak pekan lalu. Musababnya Australia membatalkan kontrak pembelian kapal selam dari Prancis senilai lebih dari 40 miliar USD (Rp 569 triliun).

Pembatalan itu dilakukan setelah resminya pembentukan kemitraan keamanan AUKUS yang terdiri dari AS, Inggris, dan Australia, pada Rabu (15/9) lalu. Dengan adanya AUKUS, Australia akan mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi dari AS dan Inggris.

PM Australia: Kami Sabar Membangun Kembali Hubungan Baik dengan Prancis (1)
PM Australia Scot Morrison, Presiden AS Joe Biden
dan PM Inggris Boris Johnson. Foto: Reuters dan kumparan

Hal itu tentu saja membuat Prancis murka, yang berujung pada pemanggilan Duta Besar Prancis dari Washington dan Canberra.

Berbeda dengan Australia, Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan dengan Prancis mengenai isu ini. Prancis, yang menuding AS menusuknya dari belakang akibat isu kapal selam ini, telah sepakat untuk melakukan konsultasi dengan AS.

Bahkan, per pekan depan, Dubes Prancis untuk AS akan kembali ke Washington.

Morrison mengungkapkan, dirinya memahami kekecewaan Prancis. Ia menambahkan, isu pembatalan kontrak kapal selam antara Australia dan Prancis ini tentunya berbeda dengan isu antara Prancis dengan AS.

Oleh karenanya, wajar jika hubungan Australia dan Prancis akan memakan waktu lebih lama untuk diperbaiki.

“Saya sangat menanti waktu yang tepat dan ketika kesempatannya tiba, kami bisa melakukan diskusi yang serupa,” pungkasnya.

Morrison mengatakan, perjanjian pengembangan kapal selam bertenaga nuklir Australia dan kemitraan trilateral AUKUS ini telah memperoleh dukungan bipartisan selama pertemuannya dengan pejabat serta anggota dewan AS.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *