Menlu Retno di Rapat ASEAN-AS: Vaksin Isu Kemanusiaan, Bukan Alat Geopolitik


Menlu Retno di Rapat ASEAN-AS: Vaksin Isu Kemanusiaan, Bukan Alat Geopolitik
Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu AS Antony Blinken pimpin Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-AS di New York, AS, Kamis (23/9). Foto: Kemlu RI

Menteri Luar Negeri RI Retno L Marsudi kembali menyorot isu ketimpangan dan diskriminasi vaksin corona global. Hingga kini, masih banyak negara yang belum memiliki dosis vaksin cukup, sedangkan sebagian lainnya justru punya stok berlebih.

Hal tersebut disampaikan oleh Menlu Retno pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Amerika Serikat di New York, Kamis (23/9) waktu setempat. Rapat kali ini dipimpin oleh Menlu Retno dan Menlu AS Antony Blinken.

Soal diskriminasi vaksin ini, Menlu Retno mengaku prihatin. Sebab, ketimpangan vaksin ini justru berbanding terbalik dengan upaya pemulihan pandemi global.

“Saya tegaskan bahwa vaksin adalah isu kemanusiaan, bukan alat geopolitik," tegas Menlu Retno, dikutip dari situs resmi Kemlu RI kemlu.go.id.

Menlu Retno menyatakan, salah satu cara terbaik dalam mengatasi diskriminasi dan ketimpangan dosis vaksin negara di dunia adalah dengan dose-sharing, salah satunya lewat skema COVAX facility.

“Saya menyampaikan bahwa mekanisme berbagi dosis (dose-sharing) termasuk melalui COVAX facility adalah cara yang paling cepat untuk mengatasi ketimpangan ini,” ujarnya.

Menlu Retno di Rapat ASEAN-AS: Vaksin Isu Kemanusiaan, Bukan Alat Geopolitik (1)
Vaksinasi biksu Buddha di Lungtenzampa, Thimphu, Bhutan. Foto: Upasana Dahal/AFP

Dikutip dari situs resmi Gavi, salah satu pimpinan COVAX facility, skema ini telah diikuti oleh 142 negara partisipan. Per Rabu (22/9), sudah lebih dari 301 juta dosis vaksin COVID-19 dibagikan oleh COVAX ke seluruh dunia.

Menlu Retno turut menyampaikan apresiasinya terhadap Amerika Serikat dalam donasi vaksin COVID-19 untuk dunia.

Pada Global COVID-19 Summit, Rabu (22/9), AS berkomitmen untuk menambah donasi hingga 500 juta dosis vaksin untuk negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Dengan tambahan itu, total dosis vaksin yang akan didonasikan AS mencapai lebih dari 1 miliar dosis.

“Keputusan ini merupakan cerminan komitmen AS untuk memvaksinasi dunia dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain. Keputusan ini juga memberikan kesempatan bagi negara berkembang untuk menjadi bagian dari global supply chain vaksin," ucap Menlu Retno.

Pertemuan yang diselenggarakan di sela Sidang Umum PBB ke-76 ini adalah yang ketiga dalam tiga bulan terakhir.

Rapat ini berlangsung secara hybrid, dengan Menlu RI, AS, Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam hadir secara langsung di New York. Sementara, Menlu negara ASEAN lainnya hadir secara virtual.

Selain membahas soal vaksin dan pandemi COVID-19, para Menlu ASEAN dan AS juga membahas isu keamanan regional dan kerja sama ASEAN-AS.

Menlu Retno di Rapat ASEAN-AS: Vaksin Isu Kemanusiaan, Bukan Alat Geopolitik (2)
Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu AS Antony Blinken pimpin Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-AS di New York, AS, Kamis (23/9). Foto: Kemlu RI

ASEAN-AS Harus Jaga Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

Pada pertemuan dengan 10 menlu itu, Menlu Retno turut menekankan kemitraan ASEAN-AS harus menjadi kekuatan positif demi mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia, serta menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Menurutnya, penting seluruh negara ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian. Ia menyinggung soal ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, dan harapan agar AS serta ASEAN dapat berkontribusi dalam implementasinya.

“Kita semua mendambakan kawasan Indo-Pasifik yang stabil dan sejahtera, dan hal itu hanya akan tercapai apabila kita bekerja sama," pungkas Menlu Retno.

Empat bidang prioritas dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific adalah maritim, konektivitas, pembangunan berkelanjutan, dan kolaborasi ekonomi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *