Kelurahan Sukoharjo Kota Malang Terpilih Jadi Perintis Program Desa Cantik


Kelurahan Sukoharjo Kota Malang Terpilih Jadi Perintis Program Desa Cantik
Kelurahan Sukoharjo di Kota Malang yang terpilih jadi salah satu kelurahan perintis dalam program Desa Cantik dari BPS. (Foto: Pemkot Malang)

Guna mengoptimalisasikan penggunaan dan pemanfaatan data statistik agar program pembangunan di desa/kelurahan lebih tepat sasaran, Pemerintah Kota Malang bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dalam program Desa/Kelurahan Cantik (Cinta Statistik).

“Melalui program Desa/Kelurahan Cantik ini, sumber daya manusia di kelurahan akan dilatih mengolah data monografi kelurahan dan menyajikannya menjadi informasi serta infografis yang mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini, Minggu (26/9/2021).

Kelurahan Sukoharjo, kata dia, terpilih menjadi salah satu dari 70 desa/kelurahan se-Jawa Timur atau 100 desa/kelurahan se-Indonesia dalam rintisan program Desa/Kelurahan Cantik oleh BPS Kota Malang.

Dengan terpilihnya Kelurahan Sukoharjo sebagai perintis Desa/Kelurahan Cantik, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelurahan lain agar lebih melek terhadap statistik dan manfaat pembangunan berdasarkan data.

“Tujuan dari program Desa/Kelurahan Cantik sendiri salah satunya adalah meningkatkan kompetensi, literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik,” jelas Erny.

Kelurahan Sukoharjo Kota Malang Terpilih Jadi Perintis Program Desa Cantik (1)
Kelurahan Sukoharjo di Kota Malang yang terpilih jadi salah satu kelurahan perintis dalam program Desa Cantik dari BPS. (Foto: Pemkot Malang)

Di samping itu, untuk meraih outcome, perencanaan pembangunan desa/kelurahan tepat sasaran dan terbentuknya komunitas statistik pada level desa/kelurahan. Selain itu, bertujuan untuk standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan perbandingan.

Kriteria Desa/Kelurahan Cantik, lanjut Erny, antara lain adanya SDM yang mengelola data di level kelurahan, ketersediaan sinyal telpon yang kuat/sangat kuat dan sinyal internet 4G/3G di sebagian besar wilayah desa/kelurahan. Kelurahan Sukoharjo dipilih menjadi salah satu perintis Program Desa/Kelurahan Cantik karena memiliki SDM yang peduli terhadap data, rutin melakukan pemutakhiran website serta memperhatikan data profil desa dan kelurahan (prodeskel) selama dua tahun terakhir.

“Kelurahan Sukoharjo sebagai perintis desa/kelurahan cantik dan diharapkan ke depan, semua kelurahan di Kota Malang dapat melakukan hal yang sama, tentunya dengan pendampingan dari BPS Kota Malang. Untuk mewujudkan rencana tersebut, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Kota Malang, khususnya dalam hal sosialisasi mengenai pentingnya data yang dimulai dari level kelurahan,” tambahnya.

Kegiatan yang dilakukan dalam Program Desa/Kelurahan Cantik, yakni pembinaan dan sosialisasi pusat pembelajaran statistik (PULSA), pendampingan oleh tim Desa/Kelurahan Cantik dalam menginvetarisir ketersediaan data pada Kelurahan Sukoharjo, serta pembuatan publikasi atau infografis terkait profil Kelurahan Sukoharjo yang saat ini sedang dalam proses pendampingan oleh BPS Kota Malang.

Plt. Lurah Sukoharjo Januar Agung Rizaldhi, SE menambahkan, adanya Program Desa/Kelurahan Cantik ini, menjadi motivasi untuk terus belajar dan berusaha meningkatkan keterampilan serta kualitas SDM dalam mengelola data dan menyajikan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Melalui program ini , ia berharap peningkatan kualitas SDM kelurahan bisa meningkat dan merata, sehingga tidak hanya dikuasai sebagian orang saja. Kemampuan setiap petugas dalam memahami informasi pun dapat meningkat. Menurutnya, pada dasarnya setiap aparatur sipil negara (ASN) adalah agen informasi serta sebagai institusi pemerintah berupaya menyajikan informasi yang valid dan lengkap.

“Kami juga telah berdiskusi dan bekerja sama dengan BPS Kota Malang sebagai tindak lanjut program ini, serta melaksanakan pelatihan atau istilahnya ‘Sinau Bareng’ tentang statistik,” kata Januar.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *