Inspirasi Kata-kata Imam Al Ghazali yang Penuh Makna


Inspirasi Kata-kata Imam Al Ghazali yang Penuh Makna
Kata-kata Imam Al Ghazali

Imam Al Ghazali adalah sosok besar dalam perkembangan Islam di dunia, tak heran bila kata-kata Imam Al Ghazali yang menginspirasi dan penuh makna masih berpengaruh pada umat Muslim saat ini.

Sebagai seorang filsuf, kata-kata Imam Al Ghazali adalah kata-kata bijak yang dipercaya memiliki kekuatan tersendiri dalam menginspirasi orang yang membacanya. Namun, sebenarnya siapakah Imam Al Ghazali?

Imam Al Ghazali adalah sosok yang mencintai filsafat dan tasawuf dan telah menularkan pemikiran-pemikirannya ke seluruh sudut dunia Islam. Imam Al Ghazali lahir pada tahun 1058 atau 450 H di Iran, dan memiliki nama lahir Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i.

Tentang nama Imam Al Ghazali, hingga kini masih menjadi perdebatan pada ulama nasab. Ada yang mengatakan bahwa penggunaan nama ini berkaitan dengan tempat kelahiran Al Gazhali yaitu di daerah Ghazalah, Thusi. Sebagian lagi mengatakan bahwa nama ini berkaitan erat dengan keluarganya, khususnya ayah Al Gazhali, yang bekerja menenun atau memintal bulu kambing di daerah Ghazalah.

Al Ghazali tumbuh dan besar di lingkungan keluarga miskin. Ayahnya hanyalah seorang pengrajin kain shuf, yaitu kain yang terbuat dari bulu kambing. Al Ghazali sering bercerita tentang kebaikan ayahandanya. Bahwa ayahnya adalah orang miskin yang shalih, yang tidak memakan apapun selain hasil dari pekerjaannya sendiri.

Melansir dari buku Mengenal Lebih Dekat Imam Al Ghazali, Sutomo Abu Nashr, diterangkan bahwa Al Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan sehingga rela meninggalkan kehidupan duniawi untuk mengembara mencari ilmu-ilmu baru ke Mekkah, Madinah, Mesir juga Yerusalem selama 10 tahun lamanya.

Inspirasi Kata-kata Imam Al Ghazali yang Penuh Makna

  • "Barang siapa yang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk mengumpulkan harta karena takut miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin."

  • "Ciri yang membedakan manusia dan hewan adalah ilmu. Manusia adalah manusia mulia yang mana ia menjadi mulia karena ilmu, tanpa ilmu mustahil ada kekuatan."

  • "Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad."

  • "Kita tidak dapat mengakui bahwa setiap orang yang mengaku beragama itu pasti mempunyai segala sifat-sifat yang baik."

  • "Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya, sementara kesengsaraan adalah ketika seseorang dikuasai oleh nafsunya."

  • "Doakan lah teman mu, baik selagi hidup maupun sesudah dia meninggal dunia."

Di akhir hidupnya, Al Ghazali pulang ke tanah kelahirannya dan mendirikan satu madrasah di samping rumahnya. Al Ghazali menikmati hari tuanya dengan membaca Al Qur'an, berkumpul dengan ahli ibadah juga mengajar para penuntut ilmu.

Abul Faraj Ibnul Jauzi menceritakan detil dari hari terakhir Al Gazhali dalam kitab Ats Tsabat Indal Mamat. Di kitab itu, Abul Faraj menukil kalimat terakhir saudara Al Ghazali, Ahmad: Pada subuh hari Senin saudaraku Abu Hamid berwudhu dan salat kemudian berkata,"Bawa kemari kain kafan saya."

Kemudian Al Ghazali mengambil dan mencium kain kafan itu sembari berkata,"Saya patuh dan taat untuk menemui malaikat maut.", Al Ghazali lantas meluruskan kakinya dan menghadap kiblat. Dijelaskan pula di kitab tersebut, bahwa tepat sebelum langit menguning di tahun 1111, Al Ghazali meninggal dunia. (DNR)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *