Menaker: Subsidi Gaji Cair Full Rp 1 Juta, Tak Ada Pemotongan Biaya Administrasi


Menaker: Subsidi Gaji Cair Full Rp 1 Juta, Tak Ada Pemotongan Biaya Administrasi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah. Foto: Dok. Kemnaker

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) tidak dikenakan biaya apa pun dalam penyalurannya. Termasuk juga dengan biaya administrasi dalam proses penyaluran lewat Himpunan Bank Negara (Himbara).

Hal ini disampaikan Menaker untuk menepis isu yang beredar soal adanya pemotongan dalam proses penyaluran stimulus buat pekerja. Sehingga dengan demikian, dana Rp 1 juta merupakan jumlah bersih yang didapat penerima manfaat.

"Jadi bantuan BSU sebesar Rp 1 juta tersebut dapat ditarik dan dicairkan seluruhnya," jelas Ida saat bertemu penerima BSU di Manado, Sulawesi Utara, dikutip dari keterangan resmi Kemnaker, Selasa (28/9).

Menaker Ida merinci, hingga saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap V. Jumlah data calon penerima yang telah disampaikan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebanyak 7.748.630 calon penerima.

Setelah melewati proses pemadanan data, BSU telah disalurkan kepada sebanyak 4.911.200 orang. Dengan total dana yang sudah dikeluarkan yakni mencapai Rp 4,9 triliun.

Menaker: Subsidi Gaji Cair Full Rp 1 Juta, Tak Ada Pemotongan Biaya Administrasi (1)
BRI bekerja sama dengan Kemenaker Salurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Foto: Dok. BRI

Menurut Ida, program yang digulirkan pemerintah ini utamanya menyasar pekerja atau buruh yang terdampak pandemi COVID-19. Khususnya para pekerja bergaji di bawah Rp 3 juta per bulan di wilayah berlakunya PPKM.

"Kita prioritaskan penerima BSU tidak menerima program lain, sehingga ada pemerataan penyaluran berbagai bantuan yang dikeluarkan pemerintah," ujarnya.

Adapun besaran dana yang disiapkan untuk program stimulus klaster ketenagakerjaan ini, adalah sebesar Rp 8,8 triliun. Dana tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh sebanyak 8,8 juta pekerja.

"Kita berharap semua program ini akan selesai di bulan Oktober 2021," pungkas Menaker Ida Fauziyah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *