Meski Dialihkan ke Pertalite, Tingkat PenggunaanPremium di Sikka Masih Tinggi


Meski Dialihkan ke Pertalite, Tingkat PenggunaanPremium di Sikka Masih Tinggi
Kondisi antrean di SPBU Mawarani, Selasa (28/9). Foto : Istimewa

MAUMERE – Menteri ESDM Arifin Tasrif melalui suratnya ke gubernur NTT menginstruksikan pengurangan pasokan BBM Premium di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengurangan BBM Premium itu beralasan BBM beroktan 88 ini menyebabkan emisi yang merusak lingkungan dan digantikan dengan Pertalite.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Mawarani, Yulianto Valentino Moan Dereng kepada media ini mengatakan selaku pengelola SPBU pihaknya menerima instruksi tersebut dan tidak menjadi persoalan karena menurutnya masyarakat harus biasakan untuk menggunakan pertalite.

“Respon konsumen baik sebenarnya, hanya kita masih di kasih kuota pembatasan sampai tanggal 20 Oktober, nanti semua premium itu akan di close semua, ditarik dari peredaran di Sikka, ini kan tahap satu, kita masih di kasih ruang untuk jual premium itupun hanya 3 tempat, SPBU Mawarani, SPBU yang di lingkar luar dengan di Paga,” jelasnya.

Lebih lanjut Valentino Dereng mengatakan bahwa hal tersebut berpengaruh terhadap konsumen dan pihak SPBU yakni tingginya permintaan konsumen terhadap premium dan di satu sisi adanya pembatasan kuota premium itu sendiri.

Namun, Valentino kembali meyakinkan bahwa masyarakat harus diperbiasakan untuk menggunakan pertalite karena menurutnya partalite merupakan jenis bahan bakar yang ramah lingkungan.

“Pengaruh yang konkretnya itu tingkat antrean konsumen lebih panjang, dalam satu hari itu, 8 KL (Kiloliter) itu dia habis dalam waktu dua jam, karena pengguna atau konsumen premium masih tinggi sekali, kalau tingkat antrean itu sudah berkurang artinya tingkat penerimaan masyarakat terhadap pertalite itu sudah bagus, tapi kalau masih panjang antreannya, berarti mereka belum beralih ke pertalitenya,” ujarnya lagi.

Untuk mengedukasi atau memberitahukan peralihan penggunaan premium ke pertalite kepada konsumen, pihak SPBU Mawarani selalu menyampaikan kebijakan pemerintah tersebut kepada masyarakat yang datang mengisi BBM di SPBU milik pemerintah Kabupaten Sikka tersebut.

Saat ini, kata Valentino Dereng, pasokan BBM jenis premium di SPBU Mawarani sebanyak 8 ton hingga 16 ton. Pasokan ini, kata Valentino, akan berlaku sampai tanggal 20 Oktober, setelah itu akan dilakukan peralihan dari premium ke pertalite.

“Dampak sosial sebenarnya ada, tetapi gejolak yang terlalu signifikan belum ada, karena inikan berlaku untuk NTT dan juga secara nasional,” jelasnya.

Pantauan media ini di beberapa penjual BBM eceran baik di dalam Kota Maumere hingga ke kampung-kampung, saat ini mereka juga tidak lagi menjual premium tetapi sudah beralih ke pertalite.

“Iya, sekarang di SPBU yang dekat sini premium sudah di ada lagi, yang ada hanya pertalite jadi kami jualan pertalite sekarang, kami dengar informasinya premium mau diganti dengan pertalite,” ujar salah seorang penjual bensin enceran di wilayah Kecamatan Kangae yang enggan disebutkan identitasnya.

Kontributor : Albert Aquinaldo



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *