Dianggap Terlalu Cantik, Pria Ini Tak Segan Bersetubuh dengan Mayat


MATA INDONESIA, NAIROBI – Mantan petugas kamar mayat di Kenya yang diidentifikasi bernama Stephen Samaritan mengungkapkan kebiasaan buruknya, yakni bercinta dengan mayat perempuan.

Diakui Stephen bahwa ia tak kuasa menahan gairahnya lantaran mayat perempuan yang ia tangani terlalu cantik. Pada shift pertamanya di kamar mayat, Stephen mengatakan bahwa ia menyaksikan rekannya lebih senior mengenakan kondom saat berhubungan seks dengan salah satu mayat yang memiliki tubuh indah.

Selama wawancara dengan outlet media lokal KDRTV, Stephen juga berbicara mengenai bagaimana ia akhirnya bekerja di kamar mayat pribadi di Kota Eldoret, setelah menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman. Awalnya ia tidak menyadari pekerjaan seperti apa yang menunggunya.

“Saya tidak bersalah dan membutuhkan pekerjaan. Saya putus asa. Mereka menyuruh saya bekerja untuk hari pertama dan dari sana, usaha saya akan menentukan bagaimana saya akan dibayar,” kata Stephen Samaritan, melansir Sputnik News.

Seperti yang dijelaskan Stephen, kesadaran tentang di mana dia akan bekerja awalnya membuatnya takut. Akan tetapi, rekan-rekannya memberinya ganja untuk merokok, demi membantunya agar tenang.

Pada shift pertamanya itulah Stephen diduga melihat salah satu rekannya yang bernama Otis, yang ditugaskan untuk melatihnya, menangani mayat.

“Otis ditugaskan untuk melatihnya bagaimana menjalankan tugasnya; sekitar tengah malam dia melihat Otis memakai kondom dan menyelesaikan ‘tugasnya’ dengan tubuh yang indah,” demikian catatan outlet media.

“Dia kemudian mendesaknya untuk mencobanya, mengatakan itu sama baiknya dengan seks normal,” sambungnya.

Stephen mengaku awalnya ia terkejut dengan apa yang terjadi di kamar mayat. Namun, seiring berjalannya waktu ia menjadi akrab dengan hal tersebut dan tidur dengan mayat pertamanya yang merupakan perempuan muda India yang cantik.

Baca berita Dianggap Terlalu Cantik, Pria Ini Tak Segan Bersetubuh dengan Mayat selengkapnya di Minews ID.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *