Tokoh Kunci KST Papua Harus Ditangkap dan Diproses Hukum


MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu anggota kelompok separatis dan teroris (KST) Papua Yentinus Kogoya telah menjadi buronan sejak Juni 2021 ditangkap oleh tim Operasi Nemangkawi di wilayah Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Diketahui bahwa Yentinus merupakan anak buah dari pimpinan KST Papua Nduga Eglanus Kogoya dan Yahukimo, Tendius Gwijangge.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menegaskan bahwa tokoh kunci seperti Yentinus Kogoya sudah sepatutnya ditangkap dan diproses hukum.

“Tokoh2 kunci dari KKB memang harus ditangkap jika tidak mau dirangkul diajak kembali ke NKRI, proses hukum perlu dilakukan bagi mereka yang sudah terbukti melakukan pelanggaran,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Sabtu 6 November 2021.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menegaskan bahwa Eglanus Kogoya bertugas sebagai penerjemah KST Papua dengan masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, Yentinus juga disebut mengelola media sosial yang terkait dengan kelompok tersebut.

“Dirinya juga pernah terlibat dalam acara bakar batu di Kali Braza yang dihadiri oleh kelompok separatis dan teroris (KST) Papua pimpinan Tendius Gwijangge,” kata Kamal.

Sebelumnya, penangkapan dilakukan pada 2 November 2021 lalu sekitar pukul 10.00 WIT. Tim Operasi Nemangkawi saat itu tengah melakukan patroli di sekitar wilayah Dekai hingga Yahukimo. Tidak lama, mereka mendapat laporan dari masyarakat sekitar bahwa terdapat anggota KST Papua di wilayah tersebut.

Akhirnya, anggota Satgas menemukan seorang DPO bernama Yentinus Kogoya yang tengah berkendara dengan Benlus Glban untuk membeli bensin. Tim Ops Nemangkawi-Papua langsung melakukan penangkapan terhadap DPO KST Papua atas nama Yentinus Kogoya bersama dengan Benlus Glban. Mereka dibawa ke ruang Reskrim Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan.

Baca berita Tokoh Kunci KST Papua Harus Ditangkap dan Diproses Hukum selengkapnya di Minews ID.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *