Tak Hanya Menahan Lapar dan Nafsu, Puasa Juga Membentuk Akhlak Mulia


MATA INDONESIA, JAKARTA – Puasa mengajarkan kita untuk menahan lapar dan hawa nafsu. Perintah puasa juga disampaikan langsung oleh Allah SWT melalui salah satu ayatnya yang berbunyi:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Q.S Al-Baqarah:183).

Namun, tujuan puasa tidak hanya untuk menahan hawa nafsu dan mematuhi perintah Allah SWT saja, melainkan ada begitu banyak tujuan puasa lainnya, di antaranya:

  1. Meningkatkan rasa syukur

Tujuan puasa yang pertama untuk meningkatkan rasa syukur. Ketika kita menahan lapar dan haus saat berpuasa, kita juga bisa membayangkan bagaimana dengan keadaan orang-orang yang setiap harinya kesulitan sehingga tidak memiliki makanan untuk dikonsumsi.

Kondisi ini seharusnya membuat kita semakin sadar dan lebih bersyukur terhadap apa yang kita miliki. Dari Abu Hurairah, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.”

  • Melatih mengendalikan diri

Tujuan puasa yang kedua adalah untuk mengendalikan diri. Ketika berpuasa, kita tidak hanya harus menahan lapar, tapi juga harus bisa menahan hawa nafsu dan berbagai perbuatan buruk lainnya, seperti ghibah, berkata kasar, dan marah. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan tidak juga berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ (sebanyak dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak kesturi, di mana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”

  • Mendapatkan surga Allah SWT

Tujuan puasa yang ketiga untuk bisa meraih surga yang telah disiapkan oleh Allah SWT. Bagi orang yang berpuasa, terdapat surga khusus yang dibuat untuk mereka. Surga ini bernama Ar Rayyan, yang menjadi salah satu dari delapan pintu surga. Dari Sahl bin Sa’ad ia berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya di Surga itu terdapat satu pintu yang diberi nama ar-Rayyan. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa akan masuk pada hari Kiamat kelak. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Ditanyakan, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Membentuk akhlak mulia

Tujuan puasa yang keempat adalah untuk membentuk akhlak yang mulia. Ibn al-Qayyim rahimahullah mengatakan bagaimana dia memandang puasa, “Puasa memiliki efek yang sangat kuat dalam menjaga anggota tubuh bagian luar dan juga kekuatan bagian dalam serta melindunginya dari faktor pencemar yang berbahaya. Dengan demikian, puasa tidak hanya akan menjaga cahaya hati dan kesehatan anggota tubuh, tetapi juga memulihkan segala sesuatu yang bebas dari nafsu.”

  • Pahala dari Allah SWT

Tujuan puasa yang kelima adalah untuk mendapatkan pahala amal ibadah langsung dari Allah SWT. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa amal ibadah puasa berbeda dengan amal ibadah lainnya. Amal ibadah puasa khusus untuk Allah SWT, maka pahala yang diberikan pun langsung dari Allah SWT. Hal ini juga disebutkan dalam hadist yang berbunyi,

“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jallah berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.” (HR. Muslim).

  • Menjauhkan dari siksa neraka

Tujuan puasa yang selanjutnya adalah menjauhkan diri kita dari siksa api neraka. Puasa diibaratkan sebagai perisai bagi umat Islam, yang melindungi seseorang dari siksa neraka.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Mendapatkan syafaat di akhirat

Tujuan puasa selanjutnya adalah bersyafaat di akhirat. Di akhirat akan ada pemberi syafaat selain Al-Qur’an bagi orang-orang yang berpuasa. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Puasa dan Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi hamba Allah pada hari kiamat.”

  • Menjaga kesehatan tubuh

Tujuan puasa yang terakhir untuk menjaga kesehatan tubuh. Puasa sudah dikenal luas sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan dalam tubuh. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz mengatakan “Manfaat puasa juga dapat membersihkan tubuh dari pencemaran yang buruk dan memberikan kesehatan serta kekuatan. Hal tersebut telah diakui oleh banyak dokter. Bahkan mereka telah banyak mengobati pasien mereka dengan menggunakan puasa ini.”

Jadi berpuasa diperbolehkan saja setiap hari asal niat kita kepada Allah SWT atau dengan cara mengikuti puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud secara selang-seling, yakni satu hari puasa dan satu hari berbuka.

Reporter : Syifa Ayuni Qotrunnada

Baca berita Tak Hanya Menahan Lapar dan Nafsu, Puasa Juga Membentuk Akhlak Mulia selengkapnya di Minews ID.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *